Penínsular Variabel Penelitian de Hubungan Antar Variabel Peter Hagul, Chris Manning dan Masri Singarimbun Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai. Setelah mengemukakan beberapa proposição berdasarkan konsep dan teori tertentu, peneliti perlu menemukan variabel penelitian dan selanjutnya merumuskan hipotesa berdasarkan hubungan antar variabel. Di samping berfungsi sebagai pembeda, variabel juga berkaitan dan saling memengaruhi satu sama lainnya. Bentuk variabel. 167 Variable diskrit. Dinyatakan dengan angka utuh (hasil perhitungan) 167 Variabel bersambungan. Dapat dinyatakan dalam angka pecahan (hasil pengukuran) Agar dapat dikelompokkan menjadi satu variabel, dua lebih atribut tidak boleh 8216tumpang tindih8217 (mutuamente exclusivo). Atribut dalam suatu variabel harus mencakup semua kemungkinan yang ada dalam suatu variabel (exaustivo). Dalam penyusunan kuesioner, atribut suatu variabel perlu diketahui secara lengkap. Contoh, merah dan putih adalah dua dari sejumlah atribut dalam variabel warna. Jenis Hubungan Antar Variabel A. Hubungan Simetris Variabel yang satu tidak disebabkan dipengaruhi oleh yang lainnya. Empat kelompok hubungan simetris. 1. Kedua variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama. 2. Kedua variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama. 3. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana satu berada yang lainnya pun pasti disana. 4. Hubungan yang kebetulan semata-mata. B. Hubungan Timbal Balik Hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Variabel terpengaruh dapat menjadi variabel pengaruh pada waktu lain. Contoh, variabel X mempengaruhi variabel Y, pada waktu lainnya varaibel Y mempengaruh variabel X. C. Hubungan Asimetris Satu variabel mempengaruhi variabel yang lainnya. Enam tipe hubungan asimetri. 1. Hubungan antara estímulo dan respons. Hubungan kausal yang umumnya dileliti dalam ilmu eksakta, psikologi dan pendidikan. Prinsip selektivitas adalah dados dasar yang memperhatikan bahwa kedua kelompok sesungguhnya sama dalam keterbukaan terhadap pengaruh luar sebelum mendapat estímulo. 2. Hubungan antara disposisi dan respons. Dispositive adalah kecendrungan untuk menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu yang berada dalam diri. Misal, hubungan kepercayaan dengan kecendrungan makan obat tradisional. 3. Hubungan antara ciri individu dan disposisi tingkah laku. Ciri yaitu sifat individu-yang relativo tidak berubah dan tidak dipengaruhi lingkungan. 4. Hubungan antara prakondisi yang perlu dengan akibat tertentu. Misal, agar pedagang kecil dapat memperluas uasaha perlu persyaratan pinjaman bank yang lunak. 5. Hubungan yang imanen antara dua variabel. Bila variabel satu berubah maka variabel yang lainnya akan berubah. 6. Hubungan antara tujuan dan cara. Misal, kerja keras dan keberhasilan. Berbagai Hubungan Asimetris A. Hubungan Asimetris Dua Variabel Hubungan antara 8220variabel pengaruh8221 dan 8220varaibel terpengaruh8221 akan disebut variabel pokok. Hubungan keduanya merupakan titik pangkal analisa dalam ilmu sosial. Dalam ilmu sosial hubungan tunggal antar satu variabel dengan variabel lainnya tidak pernah ada dalam realita. B. Hubungan Asimetris Tiga Variabel Pengaruh variabel ketiga keempat dapat 8220dikontrol8221 melalui sistem analisa maupun cara penentuan sampel. Menetralisasi pengaruh variabel luar dengan memasukkannya sebagai variabel kontrol variabel penguji dalam analisa. Akal sehat, teori dan hasil empiris dari penelitian lain merupakan pedoman untuk menentukan variabel kontrol dalam penelitian. Selain dengan memasukkan variabel ketiga kedalam analisa, dapat juga mengontrol pengaruh variabel luar melalui penentuan sampel. 1. Variabel penekanan dan variabel pengganggu Dari hasil analisa awal disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antar dua variabel tetapi ketika variabel kontrol dimasukkan, hubungan menjadi nampak. Variabel kontrol dalam kasus ini disebut variabel penekan (variável supressora). Masuknya variabel ketiga dalam analisa dua variabel dapat memberikan hasil yang berlawanan dengan hasil analisa dua variabel saja. Variabel ketiga dalam kasus ini disebut variabel pengganggu (variável distorcida). Segala sesuatu ada penyebabnya, dan tidak begitu saja terjadi. Variabel antara jika masuknya variabel ini hubungan statistik yang semula nampak antara dua variabel menjadi lemah lenyap. Karena hubungan yang semula nampak antar kedua variabel pokok bukanlah suatu hubungan yang langsung tetapi melalui variabel yang lain. Dalam realita, hubungan antar dua variabel merupakan penggalan dari sebuah jalinan sebab akibat yang panjang. Setiap usaha mencari jalinan yang lebih jauh seperti variabel anteseden akan memperkaya pengertian tentang fenomena yang sedang diteliti. Kerangka teori serta akal sehat yang menentukan suatu variabel dapat dipertimbangkan sebagai variabel anteseden. Untuk itu perlu 3 syarat yaitu. 167 Ketiga variabel saling berhubungan, variabil anteseden dan variabel pengaruh, variabil anteseden dan variabel terpengaruh, variabel pengaruh dan variabel terpengaruh. 167 Variabel anteseden dikontrol, hubungan antar variabel pengaruh dan variabel terpengaruh tidak lenyap. Variabel anteseden tidak mempengaruhi hubungan antar kedua variabel pokok. 167 Variabel pengaruh dikontrol, hubungan antar variabel anteseden dan variabel terpengaruh harus lenyap. Hubungan antar variabel sosial cukup kompleks. Tugas peneliti adalah mencari hubungan yang menarik dan penting, yang menerangkan maslah yang diamati. Hubungan tersebut dikaitkan dengan teori dan hasil penelitian orang lain, dan dirumuskan dalam bentuk hipotesa. Konsep pokok diukur dengan variabel yang diberi definisi khusus oleh peneliti, agar dapat menguji hipotesa penelitian. Penggolongan dan penyederhanaan hubungan agar mudah dimengerti. Mempelajari masalah, hubungan dan memilih variabel dapat menjelaskan hubungan sosial yang dianggap perlu diperhatikan. Penelitian dari orang lain, pengamatan secara akal sehat, pedoman baik menentukan variabel kontrol yang tepat. MACAM-MACAM VARIABEL DALAM PENELITIAN A. Pengertian 1. Suharsimi Arikunto (1998: 99) variabel penelitian adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian . 2. Ibnu Hajar (1999: 156) yang mengartikan variabel adalah objek pengamatan atau fenomena yang diteliti. 3. Sutrisno Hadi (1982: 437) variabel adalah semua keadaan, faktor, kondisi, perlakuan, atau tindakan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. 4. M. Nazir (1999: 149) variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. 5. Variabel adalah gejala atau obyek penelitian yang bervariasi, contoh: 1) variabel jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), 2) professora variabel (guru, petani, pedagang). B. Macam-macam Variabel 1. Variabel Kuantitatif. uma. Variabel diskrit (nominal, kategorik) yaitu variabael 2 kutub berlawanan. Contoh: 1) Kehadiran. Hadir, tidak hadir 2) Jenis kelamin. Laki-laki, perempuana. B. Variabel kontinum 1) Variabel Ordinal. Variak tingkatan. Contoh: Satria terpandai, Raka pandai, Yudit tidak pandai. 2) Intervalo Variabel: jarak variabel. Contoh: jarak rumah Anto kesekolah 10 km, sedangkan Yuli 5 km maka vr intervalnya adalah 5 km. 3) Variabel Ratio: variabel perbandingan (sekian kali). Contoh: berat badan Heri 80 kg, sedangkan berat badan Upi 40 kg, maka berat badan Heri 2 kali lipat Upi. 2. Variabel Kualitatif adalah variabel yang menunjukkan suatu intensitas yang sulit diukur dengan angka. Contoh. Kedisiplinan, kemakmuran dan kepandaian. 3. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor). Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). 4. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen). Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas. Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian. Iklan Variabel Independente Motivasi Pembelian Variabel Dependen. 5. Moderador do Variabel. Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai variabel independen kedua. Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri. Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri. 6. Intervalo Variabel (Antara). Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur. Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independente) dengan Kepuasan Konsumen (Intervenção) e Loyalitas (Dependente). 7. Variabel Kontrol. Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibujo konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (força de venda) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan controle variável berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan. C. Daftar Pustaka
No comments:
Post a Comment